kota peyangga

Transportasi Modern Di Kota Depok

Dahulu kota Depok merupakan sebuah kota kecamatan yang berada di dalam wilayah Kabupaten Bogor. Namun pada tahun 1982, wilayah Depok mendapatkan status menjadi kota administratif. Seiring waktu yang terus berjalan, akhirnya pada tanggal 20 April 1999, kawasan Depok ditetapkan sebagai kotamadya atau yang kini menjadi kota, yang secara otomatis terpisah dari wilayah Kabupaten Bogor.

kota depok

Kota Depok memiliki jumlah kecamatan sebanyak 11, dengan terbagi menjadi 63 kelurahan, dan memiliki jumlah penduduk sebanyak 1,7 juta jiwa pada tahun 2010. Pada tahun 2015, Kota Belimbing ini merupakan satu dari sepuluh kota di Tanah Air yang mendapatkan Penghargaan Laporan Penyelenggaraan Pemerintahan Daerah. Hal ini menandakan bahwa kota Depok berhasil melaksanakan otonomi daerah.

Depok Sebagai Kota Penyangga Ibukota

Kawasan Kota Depok berada diantara pusat-pusat baik dalam jangka regional maupun nasional, yakni antara Jakarta dan Bandung. Dengan demikian, wilayah Kota Belimbing menjadi jalur perlintasan sistem transportasi secara regional. Keadaan ini dapat kita lihat dengan dibukanya layanan jalan tol Jagorawi, jalan Parung, dan juga Raya Bogor.

kota peyangga

Terlepas dari hal diatas, kota Depok juga merupakan masuk dalam kategori sebuah wilayah yang memiliki karakteristik perkotaan dengan sistem transportasi modern. Hal ini juga terkait akan wilayah Depok yang kedudukannya berada dalam sistem Metropolitan Jakarta.

Sehubungan akan hal tersebut, kawasan Kota Belimbing ini mempunyai karakter pola komuter yang terbilang cukup tinggi. Terlebih lagi bahwa banyak masyarakat kota Depok yang bekerja di wilayah Jakarta.

Kendala Kota Depok Dalam Transportasi

Dengan keberadaan kota Depok yang terletak dalam perlintasan jalur regional dan nasional, wilayah Depok tak terlepas dari kendala transportasi, terkhusus pada jam-jam sibuk, seperti waktu pagi hari yang dimana waktunya untuk para pekerja berangkat, dan waktu sore ketika para karyawan pulang dari seharian bekerja.

kendala transportasi

Kendalanya tak hanya itu saja, melainkan juga kurangnya jalur alternatif baik dari Depok menuju Jakarta dan sebaliknya. Kendala lainnya yakni jalan yang kurang memadai sebagai penghubung jalur barat dan timur di wilayah kota. Hal ini dikarenakan faktor fisik yang tidak strategis, dimana kota Depok terbagi antara jalur rel kereta api, dan sungai Ciliwung.

Kini, Kawasan Depok Memiliki Transportasi Modern

Terlepas dari kendala tersebut, kota Depok memiliki jasa transportasi yang modern. Kini, baik menuju maupun dari Depok, menjadi lebih mudah dan cepat. Beragam sarana transportasi telah di bangun di kota dengan julukan Kota Belimbing ini, mulai dari stasiun kereta api, angkutan umum baik antar kota maupun wilayah Depok, dan lain sebagainya.

terminal terpadu

Kota Depok pun memiliki terminal terpadu dengan melayani berbagai jurusan di seluruh Tanah Air, baik menuju Ibukota, Surabaya, hingga ujung Papua. Jumlah armada yang dimiliki kota Depok hingga kini berjumlah 81 kendaraan, dan akan terus meningkat seiring pertumbuhan penduduk.